the vanity page.. begin here...
">Read more!




Monday, July 19, 2010
Encouragement - by Rhenald Kasali

Encouragement
Thursday, 15 July 2010

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat,bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali,sampai dia menyerah.Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji.

Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberi nilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri. Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat.
"Maaf Bapak dari mana?"
"Dari Indonesia," jawab saya.Dia pun tersenyum.

Budaya Menghukum Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.

"Saya mengerti," jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. "Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak-anaknya dididik di sini,"lanjutnya.
"Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai.Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju.

Encouragement!" Dia pun melanjutkan argumentasinya. "Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda-beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat," ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya.

Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai "A", dari program master hingga doktor. Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam.

Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah. Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafikgrafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti. Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan.

Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut "menelan" mahasiswanya yang duduk di bangku ujian. Ketika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya.

Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi. Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul.

Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan. Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya.

Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak.

Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. "Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan," ujarnya dengan penuh kesungguhan. Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.

Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. "Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti."

Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif. Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna),tetapi saya mengatakan "gurunya salah".

Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda. Melahirkan Kehebatan Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut?

Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya. Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas...; Kalau,...; Nanti,...; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.

Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh.

Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.

Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh. Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.

(*) RHENALD KASALI Ketua Program MM UI
Source : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/338297/

Posted at 10:17 am
Make a comment  

Friday, July 02, 2010
these colours are..

I consist from blue red yellow green n purple
n you are from grey white n black
u love my blue, but cant stand my yellow
sometime, my red is bothering you but my green could amaze you
I adore all your grey white n black

one day, u ask me to remove my yellow
since it was undoable, then u choose to leave

then u came back n asked for my blue
I missed it, you say
and maybe I'll take your green too, ur smirked grin emphasize the words

I refuse. If you want my blue n green you shall take also my red yellow n purple

but I only need your blue n green.again you said

your need? how about mine?

I can give my grey,

hey, I already have lots of grey, I still need your white n black to complete my cycle

then, you choose to leave again.
n this time, no turning back.

now I dont have ur grey, ur white nor your black,
I'm no longer have any of yours.

Posted at 07:23 pm
Make a comment  

Wednesday, June 09, 2010
delivered, 7 days after

it's a funny thing. for me. paradox in my life.

7 days had been trying to ease my own mind, n get him out of my blood circulation.

I pick this one night, 7 days after; to cry my heart out, dry my tears up.

Prepare everything before the ritual.

had my towel. pillow. water. cell phone turned off. door locked. radio's on - out loud.

So there I am. screaming what's never been said. All out.

up until I'm telling me to stop. its enough. time to move on.

 

turn my radio off, cell phone on.

1 message received.

from the number had been erased for 7 days.

tried to remove from my brain for 7 days.

 

jumpin out of my bed.

::thinking:: so he's still aware my existence

calm my self. thanking God for such a blast.

with trembling hand, turn the cell off again.

Just to turn in on again.

Just to read. the date was from 7 days before.

It was meant to be sent 7 days ago.

8 hours before the big bang.

 

Kun Fayakuun


Posted at 12:53 pm
Make a comment  

Friday, March 19, 2010
in disguise

kejadian demi kejadian nyaris bikin gw kehilangan perasaan gimana rasanya dicintai.
how it feels being loved.
until last night.

okelah ini cuma sebuah mimpi.
yup, cuma mimpi.. tapi dengan dikasih mimpi itu, gw jd sadar.. betapa nikmatnya dicintai..
n bikin gw mulai aware, if it is love, u dont have to put too much effort in it.
not to keep it linger... nor to obtain the warmth..
coz it'll run smooth to the places where it belongs..
n I almost ignore it.. just bcos I forget, doesnt mean I shall keep it going..

when needs become priority, logical become numb.
Tuhan kasih warning dengan caraNya yg unique..
as simple as that, n I knew the message.
mohon ampun ya Allah, sudah sejauh ini masih belum bisa ikhlas.. masih belum bisa bersyukur..

syukur ku ke hadirat-Mu atas berkah nikmat mimpi semalam..

Posted at 07:37 pm
Make a comment  

Previous Page Next Page

<< July 2017 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31



lepas penat, mampir-mampir ke :
>>Sinema Indonesia<< :: Mpok Jane & Neng Sarah :: gombal.... :: G M H R :: ~grown up? 2nd thought~ ::

.:uneg-uneg:.

Name :
Web URL :
Message :
smileys


.:ShorTCuT to OtheRs:.
.:aMM:. .:MeLd:. .:Bu Lih:. .:seblah:. .:gdn:. .:N i A:. .:dewk:. .:KeNz:. .:I s t :. .:n.a.n.d.a:. .:Cumi TerI:. .:a L i D:. .:Juve is SucK:. .:C i T R :. .:beJozz:. .:n e r o:. .:SkinHead69:. .:HydeAwaY:. .:S p i n T e R:.

Smu tentang SPRT
.:Sn Sro:. .:mo ngebut??:. .:F n:.

.:download available:.
@my multiply

.:TeNTanG aK:.

Reny Wulansari

Create Your Badge

www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from renyone. Make your own badge here.


Take this test at Tickle

Your true color is Yellow!

What's Your True Color?
Brought to you by Tickle

I'm from HufflePuff!
Hogwart's Sorting Hat Quiz


Brain Lateralization Test Results
Right Brain (44%) The right hemisphere is the visual, figurative, artistic, and intuitive side of the brain.
Left Brain (34%) The left hemisphere is the logical, articulate, assertive, and practical side of the brain
Are You Right or Left Brained?
personality tests by similarminds.com

tutor onlen : .:aMMo:.


ku ambil blog mu tanpa izin......

.+.p u i s i.+.

.+.p u ! s i.+.

.+.mov!ebuff$.+.

.+.muph!3buffs.+.

.+.dihantuituhan.+.

.+.Celoteh Anak.+.

.+.ayo baca tuntas!.+.


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed